Pentingnya belajar aqidah yang shahih yakni aqidah salaf

Pentingnya belajar aqidah yang shahih yakni aqidah salaf

Para ulama telah menjelaskan tentang pentingnya belajar ilmu aqidah. Kita dapat melihat tidak ada ulama-ulama besar yang ketinggalan membahas tentang masalah aqidah kerana begitu pentingnya masalah ini.

Syaikh Abdul Hamid berkata : Aqidah yang benar adalah foundation; asas agama. Segala sesuatu yang dibangun di atas selain asas ini pada akhirnya akan hancur dan runtuh, dari sini kita dapat melihat perhatian Nabi dengan meletakkan dan memantapkan aqidah yang benar dalam hati para sahabatnya sepanjang hayatnya. Yang demikian itu semata-mata bertujuan untuk membangunkan generasi yang handal di atas tunjang yang kuat dan dasar yang kukuh. (Ibid ms. 63)

Syaikh Shalih Fauzan al-Fauzan berkata tentang aqidah: wajib memberikan perhatian dan tegas kepadanya dan berilmu tentangnya, serta berilmu dengan apa-apa yang dapat mengikisnya, sehingga seorang muslim benar-benar berpijak di atas ilmu yang mantap (bashirah), dan juga didasari aqidah yang sahih, ia menjadi agama yang lurus dan diterima di sisi Allah Ta’ala. Sedangkan apabila ditegakkan di atas aqidah yang bermasalah dan goncang atau aqidah yang rosak, maka agama pun menjadi tidak sahih, dan tidak tegak di atas dasar yang sepatutnya.

Para sahabat sama sekali tidak memiliki keraguan sedikit pun terhadap apa yang di bawa al-Quran dan apa yang dibawa oleh Sunnah Rasulullah sehingga aqidah mereka benar-benar terbangun kukuh di atas dasar Kitab Allah dan Sunnah Rasul-Nya dan mereka sama sekali tidak dapat digoyahkan oleh suatu keraguan pun dalam hal tersebut. (Penjelasan Ringkas Matan Aqidah at-Thahawiyah ms. 54)

Jadi, aqidah yang shahih yakni aqidah salaf adalah aqidah yang dibangunkan di atas Kalamullah (firman-firman Allah) dan juga sabda Rasul-Nya. Oleh itu aqidah ini sangat jauh dari penyimpangan, syubhat, hawa nafsu dengan itu hati-hati (Qulub) orang yang menganutnya menjadi tenang, damai, jauh dari kebimbangan, keraguan, syak, was-was, bisikan syaitan dan segala bentuk kegoncangan.

Apabila aqidah yang tumbuh di hati jauh dari segala bentuk kegoncangan, barulah timbul rasa ‘aman’ yakni sumber kebahagiaan bagi setiap manusia.

Firman Allah:

Sesungguhnya orang-orang yang beriman itu hanyalah orang-orang yang percaya (beriman) kepada Allah dan Rasul-Nya, kemudian mereka tidak ragu-ragu dan mereka berjuang (berjihad) dengan harta dan jiwa mereka pada jalan Allah. Mereka itulah orang-orang yang benar.” (QS. al-Hujurat 49:15)

“Allah telah menurunkan perkataan yang paling baik (yaitu) Al Quran yang serupa (mutu ayat-ayatnya) lagi berulang-ulang, gementar karenanya kulit orang-orang yang takut kepada Tuhannya, kemudian menjadi tenang kulit dan hati mereka di waktu mengingat Allah. Itulah petunjuk Allah, dengan kitab itu Dia menunjuki siapa yang dikehendaki-Nya. Dan barangsiapa yang disesatkan Allah, niscaya tak ada baginya seorang pemimpin pun. (QS. az-Zumar 39:23)

Semoga Allah memberikan kepada kita taufiq untuk menjadi orang yang mantap imannya dan selalu ingin belajar aqidah.

Allahu ta’ala A’lam

No comments yet

Tinggalkan Jawapan

Masukkan butiran anda dibawah atau klik ikon untuk log masuk akaun:

WordPress.com Logo

Anda sedang menulis komen melalui akaun WordPress.com anda. Log Out / Tukar )

Twitter picture

Anda sedang menulis komen melalui akaun Twitter anda. Log Out / Tukar )

Facebook photo

Anda sedang menulis komen melalui akaun Facebook anda. Log Out / Tukar )

Google+ photo

Anda sedang menulis komen melalui akaun Google+ anda. Log Out / Tukar )

Connecting to %s

%d bloggers like this: